Cloth vs Metal vs Paper Filter: Seperti Apa Perbedaannya?

May 24, 2019
Share

Another day, another experiment is held  in our Battlefront.

Untuk kesempatan kali ini, kami bereksperimen dalam membandingkan hasil seduhan manual brew dengan menggunakan tiga jenis filter yang berbeda: cloth (kain), metal (logam). serta paper (kertas). Untuk alat penyeduhan nya sendiri, kami menggunakan Clever dripper. Mengapa clever dripper? Karena menurut kami, alat seduh yang satu ini dapat mengahasilkan seduhan yang paling konsisten dan dimana teknik pouring tidak akan menjadi variabel yang dapat merubah hasil seduhan.

Cloth filter

Untuk parameter eksperimen ini, kami menggunakan dose sebanyak 20 gr untuk yield 300 gr (rasio 1:15), dengan waktu penyeduhan masing-masing selama 3 menit dengan suhu air 93 derajat Celcius. Grind size yang digunakan adalah medium. Selain itu, parameter yang kami gunakan juga terdapat pada proses penyeduhan, dimana masing-masing dripper kami blooming dengan menggunakan 40 gr air selama 30 detik dan kemudian kami lakukan agitasi dengan mengaduk, lalu kami tuang lagi 260 gr, kami tunggu sampai 2 menit 30 detik, baru kami kucurkan dari dripper kedalam server.

Kemudian, kami ukur nilai TDS dari masing-masing seduhan dan kami cari juga filter mana yang menghasilkan seduhan dengan rasa yang paling pas di lidah. Nilai TDS dari ketiga jenis filter bisa dilihat seperti tabel dibawah ini:

 

Nilai TDS
Cloth (Kain) Metal (Logam) Paper (Kertas)
1.21 1.19 1.42



Nah, nilai TDS seperti yang tertera di tabel berhasil kami dapatkan dengan menyaring lagi masing-masing seduhan sebanyak satu kali melalui filter kertas, karena untuk hasil seduhan yang menggunakan filter kain dan besi, saat kami coba untuk mengukur langsung nilai TDS nya, refractometer yang kami gunakan tidak dapat memberikan penilaian yang tepat, dikarenakan hasil seduhan dari kedua filter ini tidak menghasilkan seduhan yang sejernih filter kertas. Kami simpulkan bahwa hasil seduhan kopi melalui filter kain dan filter besi ini ikut memasukkan partikel-partikel besar sehingga refractometer pun kesulitan untuk memberikan penilaian yang wajar. Kalau kami boleh menjelaskan dengan lebih spesifik, angka yang dihasilkan oleh refractometer dalam membaca hasil seduhan filter kain dan filter besi sebelum penyaringan ulang akan berada dibawah angka 1.

Metal filter

Lalu, bagaimana dengan karakter rasa yang dihasilkan?

Dari yang kami dapatkan, untuk larutan kopi dengan seduhan menggunakan filter kertas menghasilkan karakter rasa yang paling clean and clear, dengan tingkat acidity yang juga paling dominan, tapi untuk sisi kompleksitas rasa, ia justru yang paling rendah. Sementara, untuk kopi dengan yang diseduh menggunakan  filter kain, ia mempunyai karakter yang tidak terlalu intens namun terasa lebih kompleks jika dibandingkan dengan kopi yang diseduh menggunakan filter kertas tersebut, dan jika dibandingkan dengan larutan kopi yang diseduh menggunakan filter besi, ia juga terasa lebih manis dan lebih beraroma. Larutan kopi yang diseduh menggunakan filter besi juga menghasilkan kompleksitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan larutan kopi filter kertas, tapi tidak semanis kopi filter kain. Larutan kopi dengan filter besi ini juga menghasilkan dry aftertaste yang lebih kentara dibandingkan yang lainnya.\

Paper filter

 

Beginilah hasil perbedaan dari eksperimen yang kami lakukan dengan menggunakan tiga jenis filter yang berbeda. Jika kalian telah membaca artikel ini dan kemudian tertarik untuk melakukan eksperimen kalian sendiri, kami sangat mempersilahkan. Mungkin kedepannya, kita bisa menjadikan eksperimen ini untuk menjadi sebuah bahan diskusi yang menarik.

 

Sampai bertemu lagi di eksperimen selanjutnya!

Tags: ALL COFFEE

0 Comments