Hal yang Kamu Perlu Tahu Tentang Jenis Teh

May 31, 2021
Share

Selalu ada banyak hal tentang teh yang menyenangkan untuk dipelajari. Berikut ini informasi umum seputar jenis-jenis teh.

White tea

White tea adalah jenis teh yang paling sedikit mengalami pengolahan pascapanen serta tidak mengalami proses oksidasi yang disengaja. Ada dua jenis white tea yang populer, yaitu silver needle dan white peonySilver needle merupakan pucuk daun teh muda yang masih kuncup. Dalam sebuah pohon teh, jumlah pucuk daun tentu lebih sedikit dibandingkan daunnya. Ini adalah salah satu hal yang membuat harga silver needle cenderung lebih mahal. White peony atau Bai Mu Dan adalah jenis white tea yang terdiri dari pucuk daun dan 1 atau 2 daun teratas pohon teh.

Green tea

Green tea adalah jenis teh dengan tingkat oksidasi yang rendah. Setelah dipetik, daun teh mengalami proses kill-green, untuk menghentikan proses oksidasi. Biasanya daun teh akan dikukus atau dipanggang. Secara umum, rasa yang dihasilkan green tea adalah umami, astringent, dan greenish. Dalam menyeduh green tea, suhu air yang relatif rendah (70-75°C) lebih disarankan supaya hasil seduhannya lebih manis dan tidak terlalu sepet. Namun, cita rasanya juga bisa beragam tergantung pada tempat daun teh itu ditanam dan proses pascapanen.

Oolong tea

Tahukah kamu, terjemahan langsung dari kata oolong adalah “naga hitam”. Ada yang mengatakan alasannya karena daun teh oolong terlihat menari di air seperti naga. Ada juga yang mengatakan bahwa jenis teh ini disebut oolong karena daunnya mirip ular hitam yang kadang ditemukan sedang melilit di dahan pohon teh. Oolong adalah teh yang mengalami proses semioksidasi.

Rentang persentase oksidasi teh oolong berkisar antara 20-80%, sehingga menjadikan teh ini memiliki profil rasa yang bervariasi dan sangat menarik. Tingkat oksidasi teh oolong yang lebih rendah sering disebut light oolong. Rasa yang dihasilkan umumnya floral, vegetal, dan fruity. Sedangkan teh oolong dengan oksidasi lebih tinggi disebut dark oolong. Karakter rasa teh ini secara umum adalah roasty, sweet, dan nutty. Mayoritas teh oolong diproduksi di Provinsi Fujian dan Guangdong, serta negara Taiwan. Namun saat ini, teh oolong juga mulai diproduksi negara-negara lain, tidak terkecuali Indonesia.

Black tea

Daun black tea dibiarkan teroksidasi sepenuhnya sebelum diproses dan dikeringkan. Proses inilah yang membuat daunnya menjadi berwarna cokelat tua atau kemerahan. Black tea mungkin jadi teh yang paling umum dikonsumsi di negara-negara barat. Black tea dahulu dikembangkan di Cina pada era dinasti Ming untuk diekspor ke pasar negara-negara barat. Karena masa pengiriman yang panjang, teh dibuat dengan proses oksidasi penuh, sehingga dapat bertahan tanpa mengalami degradasi.

Banyak negara di seluruh dunia menanam dan memproses black tea. Namun, tiap negara dan daerah punya karakter black tea yang unik. Perbedaan origin dan proses pascapanen berbeda akan menghasilkan karakter, aroma, dan cita rasa teh yang berbeda juga. Bahkan berbagai black tea Indonesia dari kebun yang berbeda pun bisa menghasilkan rasa yang berbeda.

Jadi, sudah tahu, kan, perbedaan di antara setiap jenis teh? Untuk kamu yang suka mengeksplorasi teh, jangan lupa mengecek Instagram @sankabiratea, ya. Ada Tea Tasting Flight dari Sanka+Bira yang menawarkan pengalaman mencicipi teh dengan origin atau karakter berbeda-beda.

Tags: ALL PRODUCT

0 Comments